Selasa, 14 Juli 2009

Tugas Audit bwt Kasus etika KAP BB dan JNP

Analisis Kasus PT Sinar Jaya

Oleh:

Tim 9:

  • Bima WAP
  • Andi Eko Saputro
  • Agustinus Dwi P
  • Vania
  • Vita
  • Siski


Kasus

KAP Jojon & Priyadi mendapatkan penawaran untuk melaksanakan audit PT Sinar Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur mesin berat. KAP Jojon & Priyadi menunjuk salah seorang direkturnya, Irwan K.,SE, Ak, CPA untuk bertanggungjawab atas audit PT Sinar Jaya. KAP Jojon & Priyadi mendapatkan referensi dari KAP BAmbang & Basuki untuk mengaudit PT Sinar Jaya, oleh karena itu KAP BAmbang & BAsuki mendapatkan sejumlah fee dari PT Sinar Jaya dan KAP Jojon & Priyadi.

Irwan meminta salah satu stafnya untuk berdiskusi dengan salah satu stafnya untuk berdiskusi dengan salah satu manajemen atas PT Sinar Jaya, Singgih Cahaya, SE berkaitan dengan lingkup audit yang akan dilaksanakan. Pada saat yang sama salah satu stafnya yang lain juga diminta untuk bertemu Senior Auditor di KAP Bambang & Basuki; Bondan Berdikari, SE, Ak untuk menanyakan pewrihal PT Sinar Jaya.

Hasil Wawancara dengan pihak PT Sinar Jaya

Dari kegiatan wawancara yang kami lakukan dengan direksi PT Sinar Jaya, ada beberapa informasi yang diperoleh yakni:

  • PT Sinar Jaya mempunyai 2 anak perusahaan yakni PT Senter Jaya dan PT Lilin Jaya
  • PT Sinar Jaya mempunyai investasi dengan total 100 milyar dengan pendapatan per tahunnya sebesar 100 juta.
  • System Pengendalian Internal:

1. Didesain oleh pihak manajemen

2. Terdapat pemisahan tugas dan wewenang dalam system pengendalian internalnya

3. Mempunyai buku panduan system operasional dan prosedur terkait dengan system pengedalian internalnya yang dapat mendukung system pengendalian internalnya.

4. Mempunyai konsekuensi berupa pemberian sanksi bagi pihak perusahaan yang menyimpang.

  • Pihak direksi meminta tim audit untuk:

1. Mengaudit kedua anak perusahaanya

2. Mengaudit laporan keuangan PT Sinar Jaya

3. Memeriksa Laporan Pajak dan Fiskal

4. Melakukan penilaian terhadap asset tetap.

  • Pihak direksi mengizinkan tim audit KAP Jojon dan Priyadi untuk bertanya ke KAP Bambang selaku pihak yang dahulu pernah mengaudit PT Sinar Jaya.

Hasil Wawancara dengan pihak KAP Bambang dan Basuki

Setelah mendapat konfirmasi dari pihak PT Sinarjaya bahwa tim audit dari KAP Jojon dan Priyadi selaku tim yang akan mengaudit PT Sinar Jaya diperkenankan untuk berkonsultasi dengan pihak KAP Bambang, kemudian KAP Bambang memberikan beberapa informasi mengenai PT Sinar Jaya.

Dari kegiatan wawancara yang kami lakukan dengan pimpinan KAP Bambang, diperoleh bebarapa hal sebagai berikut.

  • KAP Bambang tidak menemukan kendala terkait dengan kegiatan audit terhadap PT Sinar Jaya.
  • Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Pengendalian Internal perusahaan cukup memadai dan efektif
  • Karyawan PT Sinar Jaya informative
  • Menurut penilaian KAP Bambang, manajemen PT Sinar Jaya berlaku jujur dan integritas manajemen cukup tinggi.

Analisis

Hasil wawancara yang diperoleh dari pihak manajemen PT Sinar Jaya dan KAP Bambang menunjukkan bahwa integritas manajemen PT Sinar Jaya baik. Namun karena auditor harus bertindak secara professional skepticism sebagai bagian dari standar umum audit pertama dan ketiga di mana auditor harus kompeten dan bertindak secara professional, teliti, cermat, dan hati-hati (due professional care), tidak semerta-merta kedua pernyataan tersebut diterima.

Dalam studi kasus yang kami peroleh selaku pihak yang mewawancari PT Sinar Jaya dan KAP Bambang, terdapat pernyataan bahwa fee yang diperoleh dari KAP Bambang, selain fee referral dari KAP Jojon dan Priyadi, ternyata juga mendapatkan fee dari PT Sinar jaya. Fee jenis ini tidak terdapat dalam aturan etika kompartemen Akuntan Publik No 503 di mana dalam nomor tersebut disebutkan sebagai berikut.

· “Komisi adalah imbalan dalam bentuk uang atau barang atau bentuk lainnya yang diberikan atau diterima kepada/dari klien/pihak lain untuk memperolah penugasan dari klien/pihak lain. Anggota KAP tidak diperkenankan untuk memberikan/menerima komisi apabila pemberian/penerimaan komisi tersebut dapat mengurangi independensi.”

· “Fee referal (rujukan) adalah imbalan yang dibayarkan/diterima kepada/dari sesama penyedia jasa profesional akuntan publik.”

· “Fee referal (rujukan) hanya diperkenankan bagi sesama profesi.”

Berdasarkan kejadian tersebut dan pada etika kompartemen Akuntan Publik di atas, kami mencurigai bahwa KAP Bambang dan Basuki bertindak tidak etis karena juga menerima fee dari PT Sinar Jaya yang terkait dengan rujukan kepada KAP Jojon Priyadi. Hal tersebut menurut kami dapat mengurangi independensi KAP Bambang dalam menyampaikan informasinya kepada kami.

Referensi

· Pengauditan. Al Haryono Jusuf

· Auditing. Boynton

Tidak ada komentar:

Currency Converter