Minggu, 14 Februari 2010
Jumat, 13 November 2009
Job Des Audit 2 CVS
Minggu, 08 November 2009
PR Audit 2 prod and employee audit
Donlot semua ling ini untuk liat jawaban tinus pr audit prod and employee audit
http://www.4shared.com/file/148475244/ad14f89/c_online.html
http://www.4shared.com/file/148475250/14a7bad1/a_online.html
http://www.4shared.com/file/148475247/93d81e33/b_online.html
http://www.4shared.com/file/148475244/ad14f89/c_online.html
http://www.4shared.com/file/148475250/14a7bad1/a_online.html
http://www.4shared.com/file/148475247/93d81e33/b_online.html
Jumat, 16 Oktober 2009
Job Des Majik PEPSI CO
Teman2, setelah mid kita kebagian presentasi ni.. bagian kita itu PEPSI CO
aq tolong dibantuin ya ngerjainnya. tolong masing2 kerjakan dalam bentuk word (.doc) dan slide (.ppt). yang dalam bentuk doc tolong analisis dan jelaskan selengkap2nya, yang di slide tolong inti2 nya aja.
kalo sudah Kirim ke
agustinusdwip@yahoo.co.id
tolong sms aq jadwal temen2 yang kosong..
sebelum kita kumpul tolong bagian masing2 sudah dikerjakan jadi kita ntar tinggal diskusi dan saling melengkapi
BTW kita kumpul enaknya kapan? tolong kasi jadwal temen2 yang kosong.. tapi aq saranin kita kumpul tanggal 31 Oktober 2009 jam 9.30 pagi aja... gmn?
untuk referensi lihat di TSG ataupun referensi2 lain yang mendukung.
oya ini job des nya:
setelah dilakukan pengundian acak dengan MS Excell maka Job Desnya muncul seperti ini:
tolong klik tabelnya untuk memperjelas
jika mengalami permasalahan segera hub Tinus di 08174108420
terimakasih.
SEMANGAAAD.....
aq tolong dibantuin ya ngerjainnya. tolong masing2 kerjakan dalam bentuk word (.doc) dan slide (.ppt). yang dalam bentuk doc tolong analisis dan jelaskan selengkap2nya, yang di slide tolong inti2 nya aja.
kalo sudah Kirim ke
agustinusdwip@yahoo.co.id
tolong sms aq jadwal temen2 yang kosong..
sebelum kita kumpul tolong bagian masing2 sudah dikerjakan jadi kita ntar tinggal diskusi dan saling melengkapi
BTW kita kumpul enaknya kapan? tolong kasi jadwal temen2 yang kosong.. tapi aq saranin kita kumpul tanggal 31 Oktober 2009 jam 9.30 pagi aja... gmn?
untuk referensi lihat di TSG ataupun referensi2 lain yang mendukung.
oya ini job des nya:
setelah dilakukan pengundian acak dengan MS Excell maka Job Desnya muncul seperti ini:
tolong klik tabelnya untuk memperjelasjika mengalami permasalahan segera hub Tinus di 08174108420
terimakasih.
SEMANGAAAD.....
Kamis, 15 Oktober 2009
slide pajak sampe mid
silakan copy alamat url ini ke kotak url di web browser lalu donlot.
linknya:
http://www.4shared.com/file/141050811/494c6e02/pajak.html
makasih
linknya:
http://www.4shared.com/file/141050811/494c6e02/pajak.html
makasih
Rangkuman SPAP SA Seksi 331
Pengamatan sediaan merupakan peosedur audit yang ditetapkan IAI. Prosedur audit ini perlu dilakukan oleh auditor sebelum mengeluarkan pendapatnya. Jika tidak, auditor bertanggung jawab untuk menjelaskan dasar pendapatnya. Auditor perlu hadir saat perhitungan fisik sediaan dilakukan oleh klien untuk memberi keyakinan tentang efektifitas metode perhitungan fisik dan mengukur kehandalan representatif klien tentang kuantitas dan kondisi sediaan.
Auditor bisa melakukan pengamatan atas sediaan selama periode audit atau setelah periode audit apabila klien telah melaksanakan pencatatan mutasi persediaan dengan baik dan membandingkannya dengan hasil pengamatan atas sediaan. Apabila klien telah mengembangkan metode pengendalian sediaan atau metode penentuan sediaan termasuk metode sampling yang efektif maka auditor harus memperoleh keyakinan prosedur tersebut dapat diandalkan untuk menghasilkan kuantitas yang sama dengan jika dilakukan melalui perhitungan fisik sediaan. Auditor butuh untuk hadir dalam perhitungan sediaan tersebut. Auditor juga perlu memperoleh keyakinan bahwa rancangan pengambilan sampel yang dilakukan oleh klien dalam pengunaan metode sampling yang efektif telah sesuai dengan standar yang diuraikan pada SA 350.
Apabila dengan prosedur-prosedur di atas auditor tidak cukup memperoleh keyakinan, maka auditor perlu melakukan atau mengamati beberapa perhitungan fisik sediaan dan menerapkan pengujian memadai atas transaski yang terkait. Dengan kata lain auditor perlu melakukan sendiri perhitungan fisik sediaan dan tidak bisa hanya mengandalkan catatan atas transaksi. Auditor juga perlu memperoleh keyakinan atas saldo awal sediaan apabila auditor tidak melakukan audit terhadap klien pada tahun-tahun sebelumnya.
Apabila sediaan klien disimpan di gudang umum atau di tangan pihak lain maka auditor perlu melakukan konfirmasi tertulis terhadap perngelola tempat tersebut. Apabila jumlah sediaan yang berada di tangan pihak lain berjumlah signifikan terhadap keseluruhan aset maka auditor perlu melaksanakan prosedur berikut :
1. Menguji prosedur untuk menyelidiki operator gudang dan penilaian kinerja operator gudang.
2. Memperoleh laporan auditor independen atas prosedur pengawasan yang digunakan oleh operator gudang untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa informasi yang diterima dari operator gudang dapat diandalkan.
3. Melakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik barang.
4. Jika tanda terima barang gudang telah digadaikan oleh klien sebagai jaminan utang, maka auditor perlu mendapatkan konfirmasi dari kreditur.
Perbandingan antara SPAP Standar Audit Seksi 331 dengan GAAS AU Section 331
Standar Audit Indonesia, bila dibandingkan dengan GAAS AU Section 331, dapat dikatakan mengadopsi penuh isi dari GAAS AU Section 331. Namun pada GAAS AU Section 331 terdapat panduan bila auditor meyakini terdapat fraud, maka untuk mengatasi atau mencegah fraud tersebut auditor akan mengacu pada Statement on Auditing Standards (SAS)-99. Pada Standar Audit Indonesia tidaklah terdapat hal tersebut.
Berikut adalah panduan yang terdapat pada GAAS AU Section 331, yang membedakannya dengan SPAP SA Seksi 331:
1. Bila kuantitas persediaan hanya ditentukan melalui persediaan fisik dan auditor meyakini adanya salah saji material yang disebabkan oleh adanya fraud, maka auditor diizinkan untuk melakukan observasi atas sediaan, kapanpun dan dimanapun dengan tidak diberitahukan sebelumnya. (observasi mendadak/ sidak)
2. Bila catatatn mutasi sediaan yang diselenggarakan dengan baik dicek secara periodik oleh klien melalui perbandingan dengan hasil perhitungan fisik dan auditor berpendapat bahwa terdapat kemungkinan saldo sediaan dimanipulasi pada waktu antara tanggal perhitungan dan tanggal neraca, maka auditor berhak untuk meminta klien untuk melakukan perhitungan sediaan pada tanggal terdekat sebelum tanggal neraca.
3. Bila klien menggunakan metode sampling statistik untuk menghitung jumlah sediaan dan auditor berkeyakinan bahwa hal tersebut kurang benar, maka auditor diharuskan untuk memeriksa hasil perhitungan klien, melakukan perhitungan sediaan, dan melakukan intervening test atas transaksi sediaan yang terjadi antara tanggal perhitungan dan tanggal neraca.
Auditor bisa melakukan pengamatan atas sediaan selama periode audit atau setelah periode audit apabila klien telah melaksanakan pencatatan mutasi persediaan dengan baik dan membandingkannya dengan hasil pengamatan atas sediaan. Apabila klien telah mengembangkan metode pengendalian sediaan atau metode penentuan sediaan termasuk metode sampling yang efektif maka auditor harus memperoleh keyakinan prosedur tersebut dapat diandalkan untuk menghasilkan kuantitas yang sama dengan jika dilakukan melalui perhitungan fisik sediaan. Auditor butuh untuk hadir dalam perhitungan sediaan tersebut. Auditor juga perlu memperoleh keyakinan bahwa rancangan pengambilan sampel yang dilakukan oleh klien dalam pengunaan metode sampling yang efektif telah sesuai dengan standar yang diuraikan pada SA 350.
Apabila dengan prosedur-prosedur di atas auditor tidak cukup memperoleh keyakinan, maka auditor perlu melakukan atau mengamati beberapa perhitungan fisik sediaan dan menerapkan pengujian memadai atas transaski yang terkait. Dengan kata lain auditor perlu melakukan sendiri perhitungan fisik sediaan dan tidak bisa hanya mengandalkan catatan atas transaksi. Auditor juga perlu memperoleh keyakinan atas saldo awal sediaan apabila auditor tidak melakukan audit terhadap klien pada tahun-tahun sebelumnya.
Apabila sediaan klien disimpan di gudang umum atau di tangan pihak lain maka auditor perlu melakukan konfirmasi tertulis terhadap perngelola tempat tersebut. Apabila jumlah sediaan yang berada di tangan pihak lain berjumlah signifikan terhadap keseluruhan aset maka auditor perlu melaksanakan prosedur berikut :
1. Menguji prosedur untuk menyelidiki operator gudang dan penilaian kinerja operator gudang.
2. Memperoleh laporan auditor independen atas prosedur pengawasan yang digunakan oleh operator gudang untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa informasi yang diterima dari operator gudang dapat diandalkan.
3. Melakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik barang.
4. Jika tanda terima barang gudang telah digadaikan oleh klien sebagai jaminan utang, maka auditor perlu mendapatkan konfirmasi dari kreditur.
Perbandingan antara SPAP Standar Audit Seksi 331 dengan GAAS AU Section 331
Standar Audit Indonesia, bila dibandingkan dengan GAAS AU Section 331, dapat dikatakan mengadopsi penuh isi dari GAAS AU Section 331. Namun pada GAAS AU Section 331 terdapat panduan bila auditor meyakini terdapat fraud, maka untuk mengatasi atau mencegah fraud tersebut auditor akan mengacu pada Statement on Auditing Standards (SAS)-99. Pada Standar Audit Indonesia tidaklah terdapat hal tersebut.
Berikut adalah panduan yang terdapat pada GAAS AU Section 331, yang membedakannya dengan SPAP SA Seksi 331:
1. Bila kuantitas persediaan hanya ditentukan melalui persediaan fisik dan auditor meyakini adanya salah saji material yang disebabkan oleh adanya fraud, maka auditor diizinkan untuk melakukan observasi atas sediaan, kapanpun dan dimanapun dengan tidak diberitahukan sebelumnya. (observasi mendadak/ sidak)
2. Bila catatatn mutasi sediaan yang diselenggarakan dengan baik dicek secara periodik oleh klien melalui perbandingan dengan hasil perhitungan fisik dan auditor berpendapat bahwa terdapat kemungkinan saldo sediaan dimanipulasi pada waktu antara tanggal perhitungan dan tanggal neraca, maka auditor berhak untuk meminta klien untuk melakukan perhitungan sediaan pada tanggal terdekat sebelum tanggal neraca.
3. Bila klien menggunakan metode sampling statistik untuk menghitung jumlah sediaan dan auditor berkeyakinan bahwa hal tersebut kurang benar, maka auditor diharuskan untuk memeriksa hasil perhitungan klien, melakukan perhitungan sediaan, dan melakukan intervening test atas transaksi sediaan yang terjadi antara tanggal perhitungan dan tanggal neraca.
Selasa, 13 Oktober 2009
Job Des paper BLK
Langganan:
Postingan (Atom)

